Ingin Bertubuh Ideal ?

03 Januari 2019 10:56:00 WIB

Obesitas_2017 - Copy 1
INGIN BERTUBUH IDEAL? AKUPUNKTUR JAWABANNYA

Obesitas atau kegemukan merupakan kelainan karena adanya penimbunan yang berlebihan pada jaringan lemak tubuh, akibat ketidakseimbangan energi dan berbagai faktor penyebab.

Cara menentukan adanya kegemukan adalah dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu Berat badan (kg) dibagi tinggi badan (meter) yang dikuadratkan, dikatakan gemuk jika IMT ≥25. Atau dengan cara menghitung berat badan ideal yaitu tinggi badan dikurangi 100 dikurang lagi 10%-nya. Disebut obesitas jika berat badan ≥20%.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) melaporkan sebanyak 1,1 milyar orang dewasa mengalami kelebihan berat badan atau 15% dari populasi dunia. Karena cepatnya pertambahan jumlah orang gemuk di dunia, di Amerika Serikat pada tahun 2030 diperkirakan jumlah orang dewasa yang mengalami kegemukan mencapai lebih dari 50%. Sementara di Indonesia terutama di kota-kota besar survei terakhir menyebutkan sebanyak 10,3% berat badan berlebih dan 12,2% yang mengalami obesitas.

Ada bebagai macam faktor penyebab terjadinya kegemukan antara lain:

(1). Faktor genetik, jika kedua orang tua mengalami kegemukan maka 80% anaknya akan gemuk, dan jika hanya 1 orang tuanya yang mengalami kegemukan maka kemungkinan 40% dari anaknya mewarisi gen kegemukan.

(2). Kelainan hormonal (hiperaktif kelenjar adrenal, tumor hipotalamus, jumlah leptin yang rendah).

(3). Usia dan jenis kelamin (jumlah wanita lebih banyak dibanding pria karena berhubungan dengan hormon estrogen).

(4). Psikologis dan stres.

(5). Sosial-ekonomi.

Kesemua faktor penyebab kegemukan di atas menyebabkan ketidakseimbangan energi. Jumlah energi yang masuk dengan yang dikeluarkan setiap harinya masih bersisa, yang selanjutnya akan disimpan di jaringan lemak tubuh. 

Untuk mengatasi kegemukan dapat dilakukan berbagai cara yaitu:

(1). Diet, (2). Olahraga, (3). Obat-obatan, (4). Akupunktur, dan (5). Operasi.

Sebenarnya dengan mengatur pola diet yang seimbang sekitar 1200 kalori perhari, seseorang akan dapat menurunkan berat badan 0,5-1 kg per-minggu, Permasalahannya mayoritas orang tidak dapat mempertahankan secara konsisten pola ini, oleh karena itu harus ditambahkan dengan olahraga, obat-obatan dan akupunktur sehingga hasil yang optimal bisa dicapai.

Kapan tindakan operasi dilakukan? Indikasinya pada obesitas berat (grade III). Jenis obat-obatan untuk menurunkan berat badan yang ada di pasaran sangat terbatas. Terakhir golongan Sibutramin ditarik dari peredaran dikarenakan efek samping yang nyata terhadap jantung. Kombinasi antara akupunktur dan obat-obatan sangat bermanfaat karena ternyata akupunktur dapat menurunkan dosis pemakaian obat sampai 75% sehingga dapat menekan efek samping karena obat tersebut, sementara hasil yang didapat lebih baik dibanding pemakaian sendiri-sendiri.

Mengapa akupunktur banyak disenangi sebagian besar orang dalam menurunkan berat badan? Hal ini dikarenakan keberhasilannya dalam menurunkan berat badan, disamping itu akupunktur dapat menekan nafsu makan sehingga diet yang dilakukan tidak terasa berat atau menyiksa. Metode akupunktur yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan yaitu: akupunktur jarum dengan rangsang listrik atau dengan tanam benang. Masing-masing memiliki keunggulan, namun jika dikombinasi hasil yang didapat lebih baik.

Dari berbagai penelitian yang ada memperlihatkan efek atau mekanisme akupunktur dalam menurunkan berat badan dengan cara:

(1). Mengaktifkan pusat kenyang di batang otak (hipotalamus) sehingga asupan makanan berkurang.

(2). Akupunktur telinga akan merangsang n.vagus menyebabkan perangsangan tonus otot polos lambung sehingga lambung mengkerut/mengecil, dengan makan sedikit saja penderita cepat merasa kenyang.

(3). Meningkatkan motilitas lambung dan usus sehingga absorbsi makanan menjadi berkurang.

(4). Meningkatkan sekresi hormon endorfin yang menyebabkan peningkatan pemecahan lemak tubuh.

(5). Regulasi keseimbangan hormon grelin dan leptin dalam sirkulasi darah yang merupakan tinjauan terbaru dalam mempengaruhi nafsu makan dan metabolisme seseorang.

Target penurunan berat badan secara fisiologis dari penggunaan semua modalitas di atas adalah 4 kg per-bulan, jika target telah tercapai maka selanjutnya akan dipertahankan beberapa waktu untuk kembalinya metabolisme tubuh menjadi normal.